header image
 

Ramayana Ballet - Prambanan

Seperti gue janjikan sebelumnya, di sini gue ceritain pengalaman lain ketika ke Jogja akhir bulan lalu….

Pagi itu dimulai dengan jalan-jalan pagi ke Beringharjo, melihat kesibukan di pagi hari para pedagang di pasar itu… detilnya nanti aja di episode selanjutnya ya… :)

Pas jalan di sekitaran Malioboro (lihat-lihat, hunting obyek foto, belanja dikit-dikit) lewat di depan salah satu pusat informasi pariwisata di sampingnya Hotel Mutiara. Didepannya ada papan promosi "Ramayana Ballet". Berhubung pernah denger-denger tentang Sendratari Ramayana itu, masuklah kami (gue & istri). Tanya ini itu, dapatlah info untuk tarifnya 40 - 150 ribu, plus kalau mau antar jemput 40 ribu per pax.

Istri sms ke temannya yang dari jogja, begitu pula gue. Jawabannya hampir sama –> "Katanya sih bagus banget". Nah lho, yang orang jogja aja belum pada lihat… kalau emang bagus, masa iya orang jogja aja belum lihat. Ya tho?

Atas dasar kata "bagus banget" itu akhirnya deal-lah untuk 2 kursi @ 75 ribu plus antar jemput. Total jendral 230 ribu (ayo tes berhitung).

Jam 18:10 dijemput di hotel, langsung meluncur ke pelataran barat kompleks candi Prambanan (bukan di kompleks candi utamanya). Wah, gede juga gedungnya… dan yang membuat "greng" itu pemandangannya. Wow… panggung dengan background candi Prambanan asli yang bernuansa magis karena sorot lampu kuning… Where else in Indonesia (probably the world) can we find such magnificent view!!!

Diy_37a_1

Nah, tepat jam 19:30 dimulailah pertunjukkannya. Setelah sebelumnya sibuk mondar-mandir nyari spot yang oke buat motret, nongkronglah kami di barisan depan yang dekat ke panggung untuk mendapatkan eye level contact dengan sang penari.

Muncul di awal, tentu saja sang Dewi Shinta yang mempesona… silakan nikmati kelemahlembutannya dalam foto ini :)

Diy_39a

belum cukup? ini gue kasih satu lagi….

Diy_41a

udah ah, 2 aja… kebangetan kalau nggak puas.
oh ya, mumpung ingat…. buat yang foto2nya dipajang di sini kalau ada yang merasa keberatan silakan kontak saya ya. Saya memajang di sini biar tenar aja, nggak ada niat buruk sama sekali. Toh saya pikir saya motretnya di ajang publik.

Selepas terpukau dengan gemulainya Dewi Shinta, kita akan disuguhi dinamisnya pertarungan-pertarungan antara bala tentaranya Rama (termasuk pasukan keranya) dan bala tentaranya Rahwana.

Diy_42a

itu yang namanya Sugriwa dan Subali lagi berantem rebutan istri…

Diy_43a

nah yang ini keren abis, TOP BGT !!!! Scene yang satu ini sangat terkenal dalam dunia perwayangan, namanya –> ANOMAN OBONG. Yaitu adegan di mana Anoman membakar kerajannya Rahwana. Hebatnya, dalam sendratari ini beneran bakar-bakaran. Wah keren banget asli…

Diy_45a

Yang ini pada saat gugurnya Kumbakarna. Sebenernya gue kurang sreg sama kalahnya dia –> dikeroyok Rama dan Lesmana (gak asik main keroyokan). Kumbakarna ini raksasa adiknya Rahwana tapi baik hati, dia maju ke medan perang bukan membela kakaknya yang salah tapi dalam rangka kewajiban warga negara. Makanya pas dia gugur langsung disambut bidadari2 dari kayangan, Eh, bidadarinya ada yang cakep… ini dia…

Diy_44a

enough… enough… kita sampai pada penghujung acara. Apalagi kalau bukan happy ending, Hollywood ending sudah eksis dari ribuan tahun lalu juga rupanya.
Akhirnya Rahwana kalah, dan Shinta kembali ke pelukan Sri Rama.
And they both live happily ever after.

Diy_46a

Sampun cekap pangaturipun, ndherek langkung badhe nerasaken lampah. Pareng…..

Diy_50a

~ by wurry on October 4, 2007.

11 Responses to “Ramayana Ballet - Prambanan”

  1. sepertinya banyak moko nih yg jadi objek foto.
    hehehe

  2. he he he… makanya jalan-jalan, jangan ngoprek melulu :)

  3. Wah, aku yang udah hampir 16 tahun di Jogja juga belum pernah dapet objek sbagus gitu! (Belum pernoh nonton sech…)
    Ghimana khabarnya den Wurry, masih ingat sama kanca2 ex MAFIA 1992?
    Salam!

  4. Wih jebul Mas Pujo tho… salam buat keluarga ya :)

  5. wah bro, ini pake lensa apa? kl boleh share setting ISO and Fnya?
    thx man.

  6. Thank man… ini pakai lensa 70-200 f4. Malam hari tapi lampu sorot cukup memadai. Dipasang di F4, cukup pakai iso 400-an kok…

  7. Thanks for writing this.

  8. Coba juga nonton Ramayana Ballet di Purawisata

  9. Oh ya? Purawisata itu di mana ya?

  10. keren banget, pengen nonton juga nih nanti

  11. nonton deh, dijamin nggak nyesel.
    jangan lupa bawa kamera…

Leave a Reply