header image
 

Nikmatnya dunia… Purwokerto - Garut

Nikmatnya dunia… PURWOKERTO - GARUT

Img_4688a

Nyambung cerita sebelumnya dari Dieng pertengahan Juni
2008, kami sekeluarga siap melakukan perjalanan dari Wonosobo dilanjutkan ke Purwokerto. Istirahat 1 malam di
rumah Bude-nya Sekarlangit, sekalian kesempatan nostalgia sama kuliner
Purwokerto yang nyamleng… Walau hanya 1 malam, tapi nggak mau rugi. Jadinya
ditargetkan 4 tempat yang dijadikan target kuliner.

1. Makan siang di Soto Jalan Bank. Sepanjang
pengetahuan saya yang nggak terlalu panjang, soto di Purwokerto yang terkenal
ada 2 aliran: Soto Sokaraja (kemarin pas ke Dieng sudah mampir ke sana…), dan
Soto Purwokerto. Soto Sokaraja itu pakai daging sapi, krupuknya warna-warni,
dan kuahnya lebih kental. Sementara itu Soto Purwokerto itu bisa pakai ayam
atau daging sapi (kebanyakan ayam), krupuknya krupuk mie, dan kuahnya kental
juga tapi nggak sekental Soto Sokaraja. Yang cukup terkenal Soto Purwokerto itu
ada di Jalan Bank (sebelah barat alun-alun), ada Soto Jalan Bank, ada Soto
Sungeb.
Dua-duanya enak, tinggal masalah selera aja. Kalau makan
soto, jangan ragu-ragu nambah sambal kacang dan kecapnya, juga jangan lupa
pakai ”asesoris” lanting, dijamin makin mak nyuss…

2. Dinner (jam 18:30), kami menyambangi Sate Tiga
Saudara
. Orang Purwokerto pasti sudah nggak asing sama sate ini sejak jaman
dulu. Entah mulai tahun berapa ini sate, yang pasti awal 90-an jaman gue SMA
ini sate sudah exist. Sate kambingnya yang khas di sini. Kekuatan dari sate ini
justru ada pada aroma kambingnya yang masih terasa, tetapi halus dan tidak
terlalu tajam (bahasa jawanya nggak bau prengus…). Dagingnya yang empuk
berwarna kemerahan, jadi dengan dicampur pakai sambal kecap saja kita bisa
merasakan tekstur dan rasa murni dari daging kambing itu sendiri. Wah jan mak
nyuss tenan pokoke…. berhubung udah niat mau wisata kuliner, jadi kami nggak
makan pakai nasi.

3. Ceritanya supper nih (jam 20:30), nah
kami makan beratnya di Chinese Food depan RRI (tepatnya di seberang jalan depan
RRI Jl Jend Soedirman). Ini tempat juga sudah ngetop dari jaman dulu.
Menu-menunya cukup komplit. Kami makan berempat (gue – istri – Sekarlangit –
eyang putrinya Sekar). Dibuka dengan Sup Kepiting Asparagus yang hangat dan
lembut, dilanjutkan dengan main course: Kodok Batu Masak Tauco, Udang Goreng
Mentega, dan Cah Kangkung. Dari ketiga masakan itu, yang cukup spesial ya kodok
batunya itu. Tungkai kodoknya lebih besar daripada kodok biasa, alhasil dengan
dimasak dengan tauco jadi empuk dan lembut banget rasanya. Kalau untuk digoreng
mentega kering sepertinya akan lebih renyah dan gurih kodok biasa.

4. Malam itu diakhiri dengan wedang ronde
alun-alun
Porwokerto. Sekalian memenuhi special request Sekarlangit –
mancing-mancingan di alun-alun, sembari menunggu dia asyik mancing gue pesanlah
semangkuk wedang ronde. Hangat-hangat nikmat….

Sebenarnya masih banyak makanan-makanan unik yang khas
daerah Purwokerto/Banyumas yang bisa diexplore. Dari mulai makanan berat
semacam soto dan sate, banyak makanan ringan semacam tempe mendoan (tempe besar
digoreng ¾ matang), tempe dage (ampas tahu), gethuk goreng, dan lain-lain. Pas
deh kalau buat acara mudik sekalian nostalgia kuliner…

18 Juni 2008 jam 8:30 pagi, kami bertolak dari rumah
Budenya Sekar. Setelah beli oleh-oleh secukupnya, jam 9:30 kami keluar kota
Purwokerto menuju perhentian selanjutnya: Garut.

Nah pas begini ini berasa banget enaknya bawa Innova.
Beli oleh-oleh nggak perlu pusing mikir tempat di mobil. Sudah diisi beberapa
dus plus koper masih lega… berasa banget bedanya dengan waktu travelling
pakai sedan.

Seperti biasa, perjalanan ke arah Bandung berliku-liku
sehingga tidak membosankan. Di beberapa ruas sekitar Karangpucung – Majenang
ada jalanan rusak. Lubang-lubangnya cukup besar juga, tapi siNOVA bisa
melewatinya tanpa guncangan yang berarti. Suspensinya empuk dan nggak limbung
untuk ukuran mobil tinggi seperti itu, nggak sampai mengganggu tidurnya
Sekarlangit deh…

Mulai dari Banjar sampai lepas Ciamis baru berasa enaknya
jalanan. Jalanan lebar, mulus, dan nggak terlalu menikung. Di situ bisa tancap
sampai 100 km/jam pas sepi. Sampai lepas Ciamis jam 11:30, kami makan di RM
Manjabal
di sekitar Tasikmalaya. Dengan pemandangan kolam ikan di bawah saung
dan sawah, seperti biasa kami menikmati Gurame goreng ditemani sambal khasnya
restoran itu. Sambalnya sendiri nggak terlalu dibuat pedas, sehingga rasa
manis, asam dan asinnya bisa dirasakan dengan lebih leluasa. Kami sampai nambah
sambal yang mak nyuusss itu.

Img_4617a

kolam RM Manjabal

Img_4603a

Sekarlangit di antara hijaunya sawah…

Jam 15:00 sampailah kami di kota Garut, tanya sana tanya
sini sampailah kami setengah jam kemudian di area Cipanas. Ada banyak resort /
hotel di situ, tinggal pilih aja. Masuklah kami ke Hotel Tirtagangga, letaknya
paling ujung jalan. Lucunya, pas di parkiran depan hotel sisi kiri kok ya yang
parkir itu kebetulan Innova semua (sayang nggak sempet motret). Sekarlangit
komentar, ” ini parkiran khusus Innova ya…” he he he… gimana lagi, emang
enak sih travelling keluarga pake Innova. Lega dan nyaman…

Img_4638a

wah, Tirtagangga musti bayar nih dipromosiin…

Setelah check in, hal pertama yang dilakukan: Berendam
air panas!!!! Nyetir 6 jam pegel juga, maklum istri lagi hamil jadi nggak bisa
gantian nyetir. Di hotel ada 3 pilihan, mau kolam besar, kolam kecil, atau
pancuran. Kolam besar bisa buat berenang dan airnya hangat. Kolam kecil buat
berendam, airnya nggak panas – tapi puanassss… musti pelan-pelan kalau mau
berendam biar nggak kaget badan kita. Kalau langsung nyebur bisa kayak
”keselomot” nanti. Satu lagi yaitu pancuran, di situ kita bisa disemprot air
panas dari atas kepala dan punggung sambil kaki kita refleksi di lantai batu.
Enak juga nih di sini jadi berasa dipijat. Lumayan berkurang kepenatan nyetir 6
jam tadi.

Img_4691a

Nikmatnya dunia….

Img_4669a

Nikmatnya dunia….

Malam harinya kami cari makan di Garut, satu komentar
tentang kota Garut: krodit (alias crowded, pabalieut). Jalannya di mana-mana
ramai, jalanannya nggak terlalu lebar tapi banyak yang parkir. Alhasil kami
makan di pinggir jalan deh…

Pagi harinya kami sempat jalan-jalan di sekitar hotel.
Lihat alam dan aktivitas pagi hari Cipanas sebelum k
ami berendam
lagi sekitar 1 jam (nggak mau rugi…). Akhirnya setelah sarapan kami check out
jam 10:00. Mampir dulu beli oleh-oleh (dodol-dodol aneka rasa), langsung tancap
ke Jakarta. Jam 13:00 sampailah kami di rumah… VACATION’S OVER…

Beberapa tips buat yang mau ke Purwokerto:

  1. Kalau mau lebih banyak wisata alam, menginaplah di Baturaden. Kalau mau lebih
    banyak wisata kuliner, menginaplah di Purwokerto. Tapi jarak tempuh
    Baturaden – Purwokerto hanya 15 menit, jadi kalau itu bukan masalah bisa
    menginap di mana saja.
  2. Silakan
    kunjungi tempat-tempat makan yang saya sebut, tapi bisa juga coba-coba
    tempat lain. Salah satu ciri tempat makan yang enak/laris adalah:
    banyaknya kalender yang dipajang. Makin banyak kalender, makin laris itu
    tempat.
  3. Kalau
    menginap di Purwokerto, cobalah jalan-jalan nggak pakai mobil tapi pakai
    becak. Jauh lebih asik menikmati angin, juga hitung-hitung transfer devisa
    antar daerah alias bagi-bagi rejeki.  Tempat makan enak bisa ditanya langsung
    ke tukang becak, informasinya cukup netral dan obyektif tidak seperti tukang becak di Malioboro.
  4. Selain
    Baturaden, di sekitar Purwokerto bisa juga dikunjungi Cilacap (pelabuhan, benteng pendem, Nusakambangan) dan Goa Maria Kaliori.
    Cilacap
    sekitar 1 jam lebih dikit dari Purwokerto.
  5. Purwokerto tata kotanya bagus, jalannya kotak-kotak jadi mudah-mudahan nggak terlalu susah buat first timer. Ada beberapa jalan yang searah, tapi kalau malam
    bebas kok…

Beberapa tips buat yang mau ke Garut:

  1. Carilah
    peta Garut atau sering-sering tanya jalan, agak memusingkan lalu lintasnya soalnya.
  2. Kalau
    ke Garut dari arah jawa, mendingan sampai Nagreg dulu baru belok kiri.
    Jalan-jalan pintas sebelum Nagreg jalannya sempit dan nggak terlalu halus
    (masih untung waktu itu pakai siNOVA).
  3. Belum
    bisa ngasih banyak tips, baru sekali ke sana dan cuma semalam sih…

Salam jalan-jalan, dan makan-makan…

oh iya, ada salam ceria nih dari anak-anak Garut… he he he…

Img_4629xa

~ by wurry on July 14, 2008. Tagged: , , , , , , , , , , , ,

6 Responses to “Nikmatnya dunia… Purwokerto - Garut”

  1. mas wurry,,
    liat hasil jepretannya di milis PSKE,,
    trus buka2 blog nya…
    eh foto nya keren-keren,,hehhe..

    salam kenal ya :)

  2. yah masih terus belajar motret dari sana-sini :) salam ya buat teman2 di kampus.

  3. what a nice journey bro…

  4. Thanks, it realy was a nice journey :)

  5. Asyik asyik postingnya nih, fotonya juga keren…pas buat saya yg lagi mau ke jateng juga hehe

  6. thanks… ayo explore Jateng, banyak sekali yang bisa dinikmati. gak bakal habis untuk 3-4 kali perjalanan.

Leave a Reply